top of page

Raster dan Vektor, Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Bagi kalian yang bekerja di dunia desain grafis, pastinya sudah familiar dengan file raster dan vektor. Dua jenis format file ini sering digunakan untuk menyimpan hasil desain.

Meski sudah banyak yang tahu, ada beberapa orang yang masih belum mengetahui perbedaan antara raster dan vektor.

Sebelum membahas perbedaan antara raster dan vektor, alangkah baiknya memahami pengertian raster dan vektor lebih dahulu.

Apa itu file raster?

File raster adalah gambar yang dibuat dari piksel atau kotak-kotak warna kecil dalam jumlah besar. Dari susunan kotak-kotak tersebut bisa menghasilkan gambar yang sangat detail seperti foto.

Semakin banyak piksel yang dimiliki suatu gambar, semakin tinggi kualitasnya. Sebaliknya, jika jumlah piksel makin sedikit kualitas gambar juga makin jelek.

Sebagai informasi, jumlah piksel pada gambar juga tergantung dari jenis file, apakah memakai format JPEG, GIF, atau PNG.

raster dan vektor

raster dan vektor


Raster – Unplash

Apa itu file vektor?

Jika raster terdiri dari piksel, vektor menggunakan persamaan matematika, garis, dan kurva dengan titik tetap pada kisi untuk menghasilkan gambar.

Jadi, dalam sebuah gambar vektor tidak ada pikselnya. Rumus matematika file vektor menangkap bentuk, batas, dan warna isian untuk membuat gambar.

Lantaran rumus matematika bisa dikalibrasi ulang ke ukuran apa pun, saat file dengan format vektor skalanya diubah, kualitas gambar tetap terjaga.

format

Vektor – Freepik

Apa perbedaan antara file raster dan vektor?

  1. Resolusi

Salah satu perbedaan utama antara file raster dan vektor adalah resolusinya. Resolusi file raster disebut dalam DPI (titik per inci) atau PPI (piksel per inci).

Saat gambar berformat raster ukurannya diperbesar, maka piksel atau kotak-kotak kecil akan terlihat. File raster menampilkan rangkaian warna yang lebih luas daripada vektor.

Oleh karenanya memungkinkan pengeditan warna yang lebih baik. Tampilan cahaya dan bayangan juga tampak lebih halus daripada vektor, tapi saat file raster diubah ukurannya, kualitas gambar bisa berkurang.

Cara mudah untuk mengetahui apakah suatu gambar adalah raster atau vektor adalah dengan memperbesar ukurannya.

Jika gambar menjadi buram atau terpikselasi, kemungkinan besar itu adalah file raster. Sementara, file vektor resolusinya akan tetap bagus, meski ukurannya diperbesar dan diperkecil.

Kualitasnya juga tetap sama meski bentuknya diubah. File vektor banyak dipakai untuk gambar yang perlu ditampilkan dalam berbagai ukuran, seperti logo yang harus muat di kartu nama dan papan reklame.

  1. Penggunaan

Umumnya foto digital memakai format raster, karena banyak kamera digital yang secara otomatis memotret dan menyimpan foto sebagai file raster.

Zaman sekarang ini, kebanyakan konten-konten online juga merupakan file raster. Untuk penggunaan ilustrasi, grafik yang kompleks, dan logo memang baiknya memakai format vektor.

Alasannya, resolusi vektor akan tetap sama saat diubah skalanya dan cocok digunakan untuk format cetakan.

Meski berbeda satu sama lain, beberapa proyek menggabungkan gambar raster dan vektor. Contohnya adalah brosur yang memakai grafik vektor untuk logo perusahaan, tapi foto yang ditampilkan menggunakan format raster.

  1. Ukuran file

Selain, resolusi dan penggunaan file raster biasanya berukuran lebih besar dari file vektor. Ukuran raster besar karena berisikan jutaan piksel untuk menghasilkan gambar berkualitas tinggi.

Ukurannya yang besar dapat memengaruhi ruang penyimpanan perangkat dan memperlambat kecepatan pemuatan halaman di web.

Meski ukurannya besar, file raster bisa dikompres agar tak banyak memakai ruangan penyimpanan dan membantu mengoptimalkan web.

Kelebihan file vektor adalah ukuran yang ringan, karena berisi rumus matematika untuk membentuk sebuah desain.

  1. Kompatibilitas dan konversi

Keunggulan file raster adalah bisa dibuka di berbagai aplikasi dan web browser. Lalu untuk dilihat, diedit, dan dibagikan juga lebih mudah.

Sementara untuk file vektor tidak dapat diakses dengan mudah karena memerlukan perangkat lunak khusus untuk membuka dan mengedit file tersebut.

Sebagai informasi dua jenis file tersebut bisa dikonversi dari raster ke vektor, maupun, sebaliknya dari vektor ke raster.

28 tampilan0 komentar

Comentários


bottom of page