top of page

5 Font Paling Dibenci Desainer Grafis, Apa Ada Favoritmu?

Setiap desainer biasanya memiliki font favoritnya masing-masing. Selain font favorit, ada juga loh font paling dibenci desainer grafis, ini daftarnya. 

Saat mendesain logo, bagian terpenting yang akan kamu mulai biasanya adalah pemilihan font.

Namun, apakah kamu tahu di antara banyaknya font yang ada saat ini, ada sejumlah font paling dibenci desainer grafis.

Jika kamu belum tahu font apa saja itu, wajib menyimak rinciannya berikut ini, dikutip dari Themmachine.com. 

Daftar font paling dibenci desainer grafis 

1. Comic Sans 

Peringkat pertama sebagai font paling dibenci ada Comic Sans yang dirancang oleh Vincent Connare pada 1985.

Font tersebut dibuat saat dia masih bekerja di Microsoft dan Comic Sans dirancang untuk proyek Microsoft Bob, paket perangkat lunak komik yang dirancang untuk anak-anak.

Walaupun, Microsoft Bob tidak bertahan lama, Comic Sans menjadi pilihan font pada Windows 95 dan dengan cepat mendapatkan popularitasnya.

Namun, karena banyak yang memakainya di tempat yang tak sesuai, dalam artian untuk mendesain dokumen, brosur, dan presentasi.

Maka, orang-orang mulai membenci font ini. Banyak juga desainer yang menyebut Comic Sans adalah font yang tidak bagus. 


Font Paling Dibenci Desainer Grafis – Commons Wikimedia

Alternatif font lain yang bisa dipakai:

Verveine

Bubblegum

Caper Comic

2. Papyrus

Papyrus dibuat oleh Chris Costello di tahun 1982. Dia merancangnya dengan memadukan karakter Romawi dengan tampilan kaligrafi yang indah.

Walaupun dia membuatnya dengan cukup baik, sayangnya Papyrus bukanlah font yang bagus. Font ini sama seperti Comic Sans dianggap punya desain yang berlebihan.

Banyak yang menyebut bahwa Papyrus adalah font yang norak serta terlalu penarik perhatian.


Font Paling Dibenci Desainer Grafis – Commons Wikimedia

Alternatif font lain yang bisa dipakai:

FF Clair

Palatino Sans Informal

ITC Cancione

3. Hobo 

Walaupun Hobo tak begitu sering dipakai seperti Comic Sans ataupun Papyrus, font ini tetap dianggap sebagai font yang jelek.

Awalnya font ini tidak memiliki nama, dan selama bertahun-tahun sebelum diterbitkan dikenal sebagai “that old hobo” oleh desainer Morris Benton.

Baru setelah 15 tahun kemudian, font tersebut diterbitkan oleh Morris Benton dengan nama Hobo.

Hobo sendiri jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya adalah gelandangan. 


Font Paling Dibenci Desainer Grafis – Commons Wikimedia

Alternatif font lain yang bisa dipakai:

Semua font kreatif yang didesain setelah tahun 2010

4. Scriptina

Selanjutnya ada Scriptina yang juga dianggap sebagai font yang punya bentuk jelek dan terlalu berlebihan.

Para desainer menganggap bahwa font ini sudah tidak lagi relate dengan gaya desain masa kini yang minimalis.

Apalagi bentuk hurufnya yang punya goresan memanjang disebut-sebut tidak cocok dipakai untuk mendesain produk perusahaan yang bersifat formal. 


Font Paling Dibenci Desainer Grafis – Commons Wikimedia

Alternatif font lain yang bisa dipakai:

Indie

Alpine Script

Amorinda

5. Times New Roman

Time New Roman juga tidak ketinggalan diselipkan ke daftar ini. Font yang sering dipakai untuk menulis ini terkesan sangat umum.

Times New Roman terkenal karena dipakai sebagai default font untuk Word, perangkat lunak pengolah kata paling populer, hingga 2007.

Sebaiknya kamu menghindari menggunakan font ini, karena ada begitu banyak San Serif lainnya yang lebih baik.


Font Paling Dibenci Desainer Grafis – Commons Wikimedia

Alternatif font lain yang bisa dipakai:

Perpetua

Goudy Old Style

Hoefler

Itulah daftar font paling dibenci desainer grafis. Kebanyakan font di atas merupakan font-font yang populer dan sering dipakai oleh banyak orang dalam berbagai hal.

12 tampilan0 komentar

留言


bottom of page