top of page

5 Teori Warna Dalam Desain yang Wajib Kamu Tahu!

Sering kesusahan dalam memadukan warna? Itu artinya kamu belum paham pondasi dasar, yaitu teori warna dalam desain.

Owly paham banget betapa susahnya memadukan warna dalam desain. Mendesain aja sudah susah, ini kita juga harus jago dalam masangin warna.

Ngebayangin aja udah pusing, ya? Hehe. Yah, memang akan terasa ribet kalau kamu ngga tahu teorinya.

Meski judulnya teori, tapi sebenarnya ngga susah dipahami kok. Di artikel ini kita akan belajar bareng tentang ilmu yang bisa nyelametin desainmu dari kehancuran estetika.

Yuk mari langsung kita mulai~

Apa sih teori warna dalam desain itu?

Biasanya, seorang desainer akan menggunakan color wheel untuk membantu mereka memilih warna.

Simpelnya, color wheel adalah sebuah lingkaran yang berisi berbagai macam warna. Dengan bantuan color wheel, kalian bisa mengaplikasikan teori warna secara mudah.

Nah, untuk sejarah teori warna dan color wheel sendiri sebenarnya masih cukup simpang siur. Tapi banyak yang meyakini bahwa Isaac Newton adalah orang yang menciptakannya pada tahun 1666.

“Terus gimana sih caranya gunain color wheel ini buat nentuin warna?”

Tenaang… Owly bocorin rahasianya langsung nih. Baca sampai selesai ya!

Macam macam teori warna dalam desain

Dengan bantuan color wheel, kalian bisa menggunakan beberapa skema warna untuk menciptakan perpaduan yang harmonis.

Nah, ada beberapa panduan skema nih berdasarkan teori warna dalam desain. Kali ini kita akan membahas 6 skema yang bisa kalian gunakan. Apa aja? yuk kita bahas!

  1. Skema warna Analogous Perpaduan warna yang harmonis bisa kalian wujudkan dengan skema warna analogous. Untuk memilih warna dengan skema ini, kalian cukup memadukan warna-warna yang letaknya bersebelahan di color wheel. Contohnya seperti perpaduan warna berikut.

teori warna dalam desain

Teori warna dalam desain – Analogous

  1. Skema Warna Monochromatic Skema selanjutnya cocok sekali digunakan jika kamu ingin membuat desain dengan nuansa minimalis. Monokrom sendiri artinya satu jenis warna. Meskipun hanya satu warna yang digunakan, kamu tetap bisa menciptakan perpaduan harmonis dengan mengatur tone dan shade-nya. Nah, contohnya bisa kamu lihat dari skema warna berikut. Disini kita hanya memadukan satu warna dengan tingkat kecerahan dan kegelapan yang berbeda. Meski cuma satu warna tapi ngga kelihatan ngebosenin, kan? Selamat mencoba skema warna ini, ya!

teori warna dalam desain

Teori warna dalam desain – Monochromatic

  1. Skema Warna Triad Macam macam teori warna selanjutnya adalah skema warna triad. Kalau kamu ingin menggunakan tiga warna tapi bingung harus pilih yang mana, kamu bisa pakai skema ini. Jika dilihat, skema triad sendiri nampak seperti membentuk segitiga dalam color wheel. Karena menggunakan tiga warna, kalian tetap harus memilih satu warna untuk menjadi focal point dan mendominasi ya. Ini berguna untuk menimbulkan kontras supaya desain kalian tidak menyakiti mata audiens.

teori warna dalam desain

Teori warna dalam desain – Triad

  1. Skema Warna Complementary Macam macam teori warna berikutnya adalah skema warna complementary. Jika dilihat pada color wheel, warna yang berseberangan secara teori sangat cocok untuk dipadukan. Ini karena dua warna tersebut sifatnya saling melengkapi (komplementer) Seperti yang terlihat di bawah ini, warna ungu dan warna kuning adalah dua warna yang berseberangan. Saat disandingkan, mereka juga terlihat harmonis. Kamu juga bisa melakukan variasi pada shade dan tone dari masing-masing warna untuk membuat pallete yang indah.

teori warna dalam desain

Teori warna dalam desain – Complementary

  1. Skema Warna Square Ingin menggunakan 4 warna dalam desainmu tapi selalu gagal untuk memadukan warna yang tepat? Coba deh, gunakan skema warna square ini untuk mengatasinya. Skema warna ini sendiri menggabungkan 4 warna dalam color wheel yang tidak akan bertabrakan jika digabungkan. Sebab, skema ini menggabungkan dua pasangan warna komplementer menjadi satu perpaduan yang harmonis. Contohnya adalah perpaduan warna berikut. Warna ungu dan warna kuning adalah dua warna yang komplementer. Begitu juga dengan warna orange dan biru elektrik.

teori warna dalam desain

Teori warna dalam desain – Square

Gimana Sobat Owly? Apakah sudah ada salah satu skema yang tanpa sadar pernah kalian gunakan?

Oiya, jika kamu kesulitan untuk mengatur pemilihan warna di color wheel, kamu bisa kunjungi website color.adobe Di website ini kamu tinggal pilih saja skema warna hingga warna yang ingin kamu pilih. Setelahnya, sistem website ini akan otomatis generate pallete nya buat kamu. Selamat mencoba, ya!

Mau Belajar Desain Secara GRATIS?

Kamu mau belajar desain tapi takut nyesel kalau mendaftar kelas berbayar? Jangan khawatir, Owly punya solusinya.

Yuk kunjungi website kita dan nikmati hadiah spesial buat kalian yang mau belajar desain dengan sungguh-sungguh.

Tenang, semua materinya gratis, kok. Bahkan kalian bisa lho uji kemampuan desain disini. Menarik, kan? Langsung klik tombol di bawah ya!


Kesimpulan

Nah, itu tadi sobat Owly, pembahasan kita hari ini tentang teori warna dalam desain. Kamu bisa menggunakan macam macam teori warna dan skema color wheel tadi untuk menggabungkan warna secara harmonis. Selamat mencoba dan semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk perkembangan desain kalian, ya!

Baca Juga Artikel Lainnya!

14 tampilan0 komentar

Comments


bottom of page