top of page

Jangan Buat Logo Pakai Canva, Ini 6 Kekurangannya

Memasuki era yang serba digital ini, pemilik usaha yang ingin membuat logo biasanya akan memanfaatkan platform Do It Yourself (DIY) untuk menghemat biaya. Salah satu platform yang sangat populer adalah Canva. Platform yang satu ini memang memberikan kemudahan dalam membuat desain logo. Namun, disarankan jangan buat logo pakai Canva, meski ada banyak tamplate yang bisa dipilih. Itu karena ada banyak kekurangan yang membuat hasil logo tidak maskimal. Berikut adalah kekurangan membuat logo dengan Canva yang penting untuk diketahui.

  1. Logo tidak unik

Tujuan membuat logo adalah untuk mengidentifikasi merek dan bisnis agar mudah dikenali dan cepat diterima. Akan tetapi, jika membuat logo dengan tamplate Canva malah membuat identitas yang ingin dibangun melalui logo menjadi kabur. Alasan lain jangan buat logo pakai Canva adalah ada banyak orang yang kemungkinan besar memakai tamplate logo yang sama. Jadi, kesan unik tak lagi bisa didapatkan, karena banyak logo yang serupa.

Jangan buat logo pakai Canva (Canva)

  1. Masalah legalitas

Alasan penting tak dianjurkan memakai Canva dalam membuat logo adalah masalah legalitas. Tamplate logo di Canva itu tidak ekslusif untuk satu bisnis, jadi membuat desainnya tidak dapat didaftarkan sebagai merek dagang karena logo juga masih milik Canva. Terlebih dalam perjanjian lisensi, Canva menyatakan bahwa pengguna tidak diperbolehkan menggunakan elemen atau fitur utama untuk membuat logo. Meskipun Canva adalah cara yang bagus untuk menghemat waktu dan uang dalam membuat konten untuk bisnis. Membuat logo dengan Canva sangat tak disarankan, lebih baik menyewa jasa desainer profesional.

  1. Logo tak bisa menyampaikan pesan dengan baik

Kekurangan logo yang dibuat dengan Canva adalah pesan ataupun citra dari merek tak bisa disampaikan dengan baik. Alhasil kalian bisa kehilangan kesempatan untuk mengomunikasikan pesan bisnis kepada konsumen. Itu dikarenakan logo yang dibuat di Canva hanya didasarkan dari tamplate yang ada. Masih bisa dikostumisasi, tapi terbatas dan tak bisa maksimal. Berbeda jika menyewa jasa desainer profesional untuk membuat logo. Mereka akan berusaha menyampaikan pesan melalui visual yang menarik secara tepat.

Jangan buat logo pakai Canva (Canva)

  1. Tidak ada file vektor

Canva bukanlah perangkat lunak desain profesional yang hasil desainnya tidak dapat diekspor ke dalam format vektor. Padahal tanpa file dengan format vektor, kalian akan mengalami berbagai masalah saat mencoba mengubah skala logo untuk mencetaknya pada materi yang diperbesar. Biasanya logo akan menjadi sangat buram atau sama sekali tidak terbaca.

  1. Kustomisasi yang terbatas

Sebagai platform DIY yang bisa dipakai semua orang, bukan hanya seorang yang profesional. Canva tidak memiliki banyak kemampuan yang dimiliki perangkat lunak profesional seperti Adobe Illustrator. Pada akhirnya pengguna hanya bisa membuat kostumisasi secara terbatas dan tak leluasa.


Jangan buat logo pakai Canva (Canva)

  1. Logo tidak profesional

Logo profesional memiliki jumlah elemen visual yang tepat agar terlihat halus dan menyenangkan secara estetika. Canva sangat minimalis, artinya hanya ada sedikit bayangan, tekstur, atau gradien dalam template. Saat perusahaan membuat logo menggunakan template dari Canva, menghasilkan tampilan visual terlihat tidak profesional, karena terkesan sangat sederhana. Belum lagi jika ada yang banyak memakai tamplate logo yang sama. Makin membuat logonya jadi pasaran dan terkesan amatir.

Tips membuat logo

Bagi yang ingin membuat logo untuk bisnis, ada baiknya menyewa jasa desainer profesional agar logo yang dihasilkan maksimal sesuai image dan tujuan perusahaan. Namun, jika ingin membuatnya sendiri disarankan untuk mencari tahu soal tips-tips yang harus dilakukan untuk menghasilkan logo yang baik dan menarik.

25 tampilan0 komentar

Comentarios


bottom of page